Seputar Kegiatan PPK

#CatatanLapangan FGD Tim Peneliti PRN “Desain Pendidikan Sektor Perikanan untuk Mendukung Peningkatan Kapasitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Maritim”2 min read

March 22, 2021 2 min read

#CatatanLapangan FGD Tim Peneliti PRN “Desain Pendidikan Sektor Perikanan untuk Mendukung Peningkatan Kapasitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Maritim”2 min read

Reading Time: 2 minutes

Pada tanggal 2 Maret 2021 Tim Peneliti PRN “Desain Pendidikan Sektor Perikanan untuk Mendukung Peningkatan Kapasitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Maritim” melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Sulawesi Selatan. Kegiatan FGD diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

FGD ini mengundang beberapa stakeholder baik dari perwakilan pemerintah, swasta dan komunitas. Hadir dalam kegiatan FGD ini antara lain Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3), Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Yayasan Samudra Indonesia (Yasindo), IPSOS, Perwakilan Penyuluh Perikanan Kota Makassar, Nelayan/Pelaku UMKM Perikanan, Pengelola P2MKP Eltisyah, dan P2MKP Fatimah Az Zahra Kota Makassar.

Menurut paparan Dr. Andi Indra Jaya Asaad (Kepala BRPBAP3) Indonesia sudah memiliki Peta Okupasi Nasional dalam Kerangka Kualifikasi Bidang Perikanan. Peta Okupasi Nasional yang diluncurkan pada November 2020 oleh KKP bersama Bappenas, BNSP dan Kadin ini merupakan pedoman jabatan dan kompetensi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri Kelautan dan Perikanan. Dalam dokumen tersebut, terdapat 126 jenis jabatan Bidang Kelautan dan 125 Jenis Jabatan Bidang Perikanan.

Berikutnya, menurut Andi Chairil (Ketua DPD HNSI Sulsel) dijelaskan bahwa perlu secara filosofis perlu dipahami dulu mengenai nelayan sebagai suatu profesi atau nelayan hanya sebagai label. Pendefinisian yang jelas mengenai siapa saja yang dapat disebut sebagai nelayan sangat penting agar dalam proses pelaksanaan pelatihan, penyuluhan serta distribusi bantuan dapat tepat sasaran. Tidak hanya itu, perlu juga ditanamkan mindset bisnis kepada para nelayan sehingga dalam pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan dapat sesuai dengan kebutuhan pasar dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keberlanjutan profesinya sebagai nelayan.

Berkaitan dengan implementasi pelatihan di sektor perikanan yang telah berlangsung selama ini, salah satu Nelayan/Pelaku UMKM Perikanan berpendapat diperlukan strategi pemilihan target grup pelatihan yang tepat dan kurikulum pelatihan harus tetap memperhatikan konteks lokalitas. Tidak hanya itu saja, berdasarkan pendapat peserta lainnya juga mengatakan bahwa untuk strategi pelatihannya perlu melibatkan lembaga-lembaga lain dan koordinasi antar lembaga harus tetap berjalan dengan baik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *