Seputar Kegiatan PPK

Pembelajaran Jarak Jauh sebagai Pilihan Utama Keberlangsungan Kegiatan Pendidikan di Mana Pandemi2 min read

September 28, 2021 2 min read

author:

Pembelajaran Jarak Jauh sebagai Pilihan Utama Keberlangsungan Kegiatan Pendidikan di Mana Pandemi2 min read

Reading Time: 2 minutes

Jakarta, Humas BRIN. Pandemi Covid-19 di Indonesia memang belum secara resmi dinyatakan usai. Berdasarkan data yang dipublikasi pada laman covid19.go.id,sampai dengan 14 September 2021 terdapat tambahan kasus konfirmasi postif Covid-19 sebanyak 4.128 kasus. “Namun, seiring dengan tren laju penurunan kasus aktif secara nasional memberikan harapan untuk dapat memulai kembali berbagai aktivitas di segala aspek kehidupan penduduk secara normal, termasuk juga pada bidang pendidikan,” ungkap Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, Fikri Muslim, dalam Webinar  “Pendidikan di Masa Pandemi: Transisi Menuju Exit Strategy”, pada Senin (27/9) lalu.

“Dengan tren penurunan kasus aktif Covid-19 dapat menumbuhkan harapan pada kegiatan pendidikan untuk   kembali berjalan normal melalui penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara Tatap Muka. Informasi ini memberikan harapan bagi masyarakat, dimana sebagian besar masyarakat/orang tua mempercayai bahwa pendidikan hanya di sekolah, dan orang tua merasa tidak mampu melakukan pendidikan formal kecuali di sekolah,” tegas Fikri.

Menurut Fikri, disaat guru mengajar di sekolah apakah siswa belajar dan siswa yang sekolah apakah belajar, dan apakah esensi pendidikan dapat tercapai. “Masyarakat yang tidak puas pada program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dimana pemerintah hanya memindahkan belajar luring atau rutinitas anak dari sekolah ke rumah yang harus memantau gawai/komputer dari pagi sampai siang/sore dengan tidak memperhatikan nilai tumbuh anak.  Guru harus punya kepekaan pada  esensi pendidikan, jika tidak maka akan berisiko anak mendapatkan ilmu dengan esensi pendidikan tidak tercapai,” ucapnya.

Lebih lanjut Fikri, Efektifitas pelaksanaan PJJ hanya sekitar 50%, faktor-faktor yang menyebabkan PJJ tidak Efektif: guru mengalami kesulitan untuk menilai capaian pembelajaran siswa, keterbatasan infrastruktur, seperti jangkauan sinyal internet, tidak semua siswa memiliki gawai, dan ada daerah  tidak ada jaringan listrik, disparitas ekonomi dan pendidikan orang tua, kondisi geografis wilayah. “Terkait hal tersebut perlu strategi Implementasi diantaranya PJJ untuk wilayah yang memungkinkan, dan model kunjungan untuk wilayah yang tidak memungkinkan (wilayah 3 T),” jelasnya.

Pembelajaran Jarak Jauh  masih merupakan pilihan utama untuk keberlangsungan kegiatan pendidikan. “Untuk menyikapi hal tersebut perlu Inovasi dan sinergi antar stakeholder agar optimal dan model kunjungan dapat menjadi alternatif untuk wilayah yang tidak memungkinkan (wilayah 3 T), serta Prioritas kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama,” tutup Fikri. (suhe/ed:mtr)

Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *